Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

10 Sifat yang Melemahkan Dirinya Sendiri


Just for sharing… berikut ini adalah hal yang paling penting untuk di hindari dalam diri kita, karena sifat yang jelek akan mengakibatkan diri kita di nilai orang lain juga tidak baik, alangkah baiknya kita mulai menjaga cara agar bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin.
 
Berikut adalah 10 sifat orang yang melemahkan dirinya sendiri:
  •  Orang lemah – menunggu semangat sebelum bertindak, yang sebetulnya tidak pernah datang.
  •  Orang lemah – lebih banyak berbicara tentang resiko daripada tentang tindakan.
  •  Orang lemah – melihat orang yang rajin bekerja sebagai orang yang sombong dan sok pamer.
  •  Orang lemah – sering menasihati orang lain untuk berhati-hati terhadap resiko.
  • Orang lemah – lebih suka menjadi tukang analisa daripada menjadi pelaksana yang menghadapi kenyataan.
  •  Orang lemah – kalau kalah logika dari orang pandai dan sukses, dia bilang: Ah, sok tahu! – He he … puk puk.
  • Orang lemah – sering bilang ‘sok tahu’ kepada yang tahu, dan ‘ah teori’ kepada yang sukses membuktikan.
  • Orang lemah – paling sering berbicara tentang nasib dan takdir, tapi dengan pengertian yang salah.
  • Orang lemah – sesungguhnya sudah lama menyerah, tapi memelihara penampilan sebagai komentator.
  • Orang yang sudah lama menjadi penakut, tapi belum sukses – harus mencoba keberanian.
Itulah ke 10 sifat manusia yang harus di hindari dan harus di buang jauh-jauh dari pikiran kita..


Sumber: Website SMP Muahmmadiyah Gombong
Read More




5 Motivasi Kerja Orang Jepang



Motivasi merupakan sebuah penyemangat untuk meraih kesuksesan, etah itu motivasi kerja, ataupun motivasi untuk meraih cita-cita, Kita tahu jepang menjadi salah negara sukses di asia dan dunia.
 
Pada artikel kali ini bintang akan membahas motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang disana sukses.Mungkin banyak faktor yang membuat semua itu terjadi.

Tapi saya sendiri yakin 5 Motivasi Kerja yang membuat orang jepang sukses dibawah inilah, yang membuat kebanyakan masyarakat jepang hidup makmur seperti sekarang ini :

1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.
Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.

2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.

3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.
Masih ingat Menteri Kesehatan Jepang yang mengundurkan diri karena melakukan kesalahan. Atau pejabat yang akhirnya bunuh diri karena telah melakukan korupsi. Atau  pelajar yang bunuh diri karena nilainya jelek. Dan menjadikan orang jepang menjadi nomer satu dalam kasus bunuh diri.
Tapi ingat BAIK-BAIK artikel ini tidak memerintahkan anda bunuh diri jika membuat orang lain susah. Pesan Motivasi yang bisa kita raih adalah “Tahu Malulah”, dan kemudian intropeksi diri berbuat lebih baik lagi

4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca.Atau saat anda masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.

5. Menjaga Tradisi
Motivasi yang ini patut kita contoh. Mengapa? bayangkan saja dengan kemajuan tekhnologi dan ekonomi. Mereka tetap tidak meninggalkan tradisi. Bahkan bintang pernah menonton berita yang memperlihatkan “Laptop dikasih jampi-jampi supaya tidak terkena masalah”.
Entah sekarang anda saat ini kerja atau sedang belajar. Gunakanlah artikel sukses dari orang jepang diatas untuk dijadikan motivasi. Kobarkan SEMANGAT anda, karena sukses adalah HAK setiap orang bagi yang mau menerimanya. Ingat sukses ada di tangan Anda,bukan di tangan orang lain, jadi Anda harus benar-benar meraihnya untuk menuju kesuksesan, semoga artikel dengan 
5 Motivasi Kerja yang membuat orang jepang sukses
dapat memberikan inspirasi untuk Anda semua menjadi sukses.


Sumber: Website SMP Muhammadiyah Gombong
Read More




Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat

Mengapa Harus Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat?
Menarik sekali, banyak tulisan yang membahas pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat. Mengapa banyak orang yang tertarik tentang bahasan ini, sebab ini salah satu perintah Rasulullah saw kepada umatnya. Sabda beliau:


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi.Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (QS. 17:7)
Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya.
(Muttafaq ‘alaih)

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim) 

Setelah mengetahui manfaat “menjadi pribadi yang bermanfaat”, pertanyaanya adalah bagaimana caranya agar kita menjadi pribadi yang bermanfaat?

Sumber: Website SMP uhammadiyah Gombong
Read More




Menguasai Keahlian dengan Pembiasaan (Habits)


Dia adalah Habits. Tak terlihat, hanya sebatas nama. Tanpa wujud, namun seperti tongkat penyihir yang hanya dengan ucapan pemiliknya maka dia bisa mengubah segalanya.
 
Karena dalam keberadaannya hanya melaksanakan satu diantara dua tugas, yang tidak lain adalah perintah dari Anda sebagai majikan. Dia bisa saja menghancurkan atau memuliakan Anda. Dengan pelayanannya yang sangat tepat. Dia mudah diarahkan, Anda hanya perlu tegas terhadapnya. Lebih dari 90% dari apa yang Anda lakukan mungkin Anda serahkan kepadanya. Begitulah pengertian habits secara umum. Di bawah ini pengertian habits akan lebih dalam lagi.                Habits atau pembiasaan pada intinya adalah menjadikan suatu hal yang tadinya dilakukan secara sadar dan diupayakan menjadi otomatis dan tanpa upaya, melalui latihan dan pengulangan secara terus menerus.
                Membentuk habits yang baik memang sulit pada awalnya, namun seketika habits itu sudah terbentuk dengan ajeg, maka sulit pula untuk menghentikan habits itu, sama dengan habits buruk yang sulit dihentikan apabila sudah ajeg. Bedanya habits baik sulit dibentuk, namun akan memudahkan kita di sisa hidup kita. Habits buruk mudah dibentuk namun menyusahkan kita di sisa hidup kita.
                Mungkin pula lebih pula lebih tepat ketika menguasai satu keahlian, tak perlu banyak berpikir dan motivasi panjang, lakukan saja. Semakin sering kita melakukan, maka semakin sering pula latihan dan pengulangan sehingga kita pasti akan menguasai keahlian apapun yang kita inginkan.
                Imam Syafi’i: “ Wahai saudaraku , kalian tidak akan dapat menguasai ilmu kecuali dengan enam syarat yang akan saya sampaikan dengan kecerdasan, bersemangat, kesungguhan, dengan memiliki bekal (investasi), bersama pembimbing serta waktu yang lama.
Ketika hati bertanya-tanya,”Mengapa ada seseorang yang mudahnya menguasai satu keahlian, sedangkan ada juga yang tidak bisa sama sekali?”
“Apakah keahlian itu bawaan dari lahir?”
Untuk menjawabnya kita ambil fakta yang telah terbukti tentang Imam Syafi’i.
                Tentu semua umat islam telah mengetahui bahwa beliau adalah pendiri mazhab Syafi’i. Beliau salah satu orang yang mempunyai akal yang kuat. Walaupun dibesarkan dalam keadaan yatim Imam Syafi’i mampu menghafalkan Al-Quran di saat umurnya belum genap 7 tahun dan juga telah berhasil menghafal kitab Al-Muwathatha ketika berumur 12 tahun. Wajar saja prestasinya itu bisa diraih. Bagaimana tidak, ibunya adalah seorang hafidzah yang menghatamkan Al-Quran minimal dua kali seminggu. Bayangkan berapa banyak Imam Syafi’i mendengarkan ayat Al-Quran. Kemudian, ketika sampai di sekolah teman-temannya pun tengah menghafalkan Al-Quran.
                Sudah dapat diketahui melalui cerita di atas. Menguasai suatu keahlian bukanlah sesuatu bawaan dari lahir. Bagaimana jadinya nanti ketika hal itu adalah suatu bawaan dari lahir atau karena faktor keturunan, mungkin ketika ada anak berumur 4 tahun sudah bisa berenang tanpa pengajar akan dikatakan biasa karena sudah ahli.
                Sebenarnya sebelum terciptanya habits ada dua hal yang harus dipenuhi yakni latihan dan pengulangan. Langkah awal membentuk habits adalah dengan belajar. Mencari sesuatu yang akan kita jadikan habits. Kemudian, lakukanlah walau terasa berat. Tetap paksakan terus menerus, maka dalam waktu yang tidak lama sedikit demi sedikit habits itu akan muncul. Habits adalah satu-satunya modal untuk menguasai keahlian.
                Yah, semuanya membutuhkan proses dan harus sabar untuk dapat mencapainya. Sebagian ilmuwan dan peneliti mengatakan bahwa seseorang memerlukan waktu 21 hari untuk melatih satu habits yang baru. Sebagian lagi berpendapat 28-30 hari bahkan adapula yang berpendapat 40 hari.
                Pemain basket yang melakukan lemparan bebas dalam suatu penelitian disampaikan bahwa pemain yang memilih akurasi 85% telah melakukan lebih dari 500.000 kali lemparan bebas sepanjang karirnya.
                Maka dengan pengulangan yang banyak habits akan melakukannya secara otomatis tanpa berpikir. Misalnya ketika menemui pertunjukan topeng monyet, awalnya kita beranggapan monyet yang menjalani apa yang diperintahkan pemiliknya adalah monyet pintar. Akan tetapi itu salah, hewan tidak mempunyai akal seperti manusia. Ini disebabkan karena monyet tersebut memiliki sebuah habits. Entah berapa lama waktu yang digunakan untuk menghasilkannya. Yang jelas tidak sedikit, tapi banyak.
                Dalam sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi ahli dalam yang dia pilih. Apabila telah berlatih selama 10.000 jam di bidang tersebut.
                Ketika flasback ke masa lalu, Muhammad Al-Fath adalah seorang panglima perang yang berhasil memimpin pasukannya menjebol tembok Konstatinopel. Pertanyaannya, bagaimana bisa? Padahal dia lebih muda dan panglima sebelumnya yang tidak melaluinya?
                Jawabannya sama, habits Mehmed II sejak kecil telah dididik dalam hidupnya untuk menjadi panglima yang akan menaklukan konstatinopel. Hal ini karena suatu habits. Beliau telah diajarkan bagaimana menjadi pemimpib yang baik dengan berbagai cara. Seringkali mengikuti perang bersama kakanya yaitu Yazid. Beliau belajar kakaknya yaitu cara memanah dan belajar tentang politik dalam islam.Terbukti bahwa suatu keahlian akan dapat diperoleh melalui habits.
                Berbicara mengenai habits kita tengok seorang pelajar misalnya, kadang ada yang tidak menyukai mata pelajaran tertentu dengan berbagai alasan, dari alasan susah menghafalkan rumus, melelahkan jika menghitung jika mata pelajaran ini berhubungan dengan ilmu hitung. Atau mungkin sulit menghafalkan sederetan kosakata, berbagai istilah dll. Akhirnya mereka mencapai titik terendah yaitu rasa malas untuk belajar tanpa mencoba terlebih dahulu, hasilnya nilai mereka menjadi jelek. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah membentuk suatu habits. Pertama, rencanakan waktu untuk melakukan setahap demi setahap dengan proses yang perlahan. Pelan-pelan tapi pasti lakukanlah dengan penuh kesabaran niscaya akan berhasil. Usaha semaksimal mungkin dengan berdoa habits akan mendekat. Selamat berjuang membentuk habits yang positif!

Penulis : Muzayyanah Rafika Mentari (9-C)

Read More




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML